Sukadana (2/4/2021) – Usai menangkap pamilik akun Nar Sunaryo, polres Lampung Timur menetapkan pria berusia 29 tahun dari kecamatan Mataram Baru berinisial SN sebagai tersangka.

Jum’at, 2 April 2021, Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan melalui kasat reskrim AKP Faria Arista mengatakan pengungkapan kasus pembakaran bendera negara itu berawal dari aktivitas tersangka yang diunggah melalui akun media sosial Facebook pada 30 Maret 2021.

Pada unggahan di media sosialnya yang berdurasi 2 menit 8 detik, terlihat tersangka menginjak-injak dan membakar bendera negara menggunakan bahan bakar minyak jenis premium. Pada unggahan itu, tersangka juga menjelek-jelekan negera repubuplik Indonesia.

Baca Juga :

Pengunggah Video Bakar Bendera Merah Putih, di Ciduk Polisi Lampung Timur

Cari Rumput Pakan Ternak, Petani di Way Bungur Pulang Tidak Bernyawa

Berdasarkan unggahan di media sosial tersebut, unit tipidter polres Lampung Timur langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan tersangka tanpa perlawanan dirumahnya di desa Tulung Pasik, kecamatan Mataram Baru, Lampung Timur.

“Dari hasil penangkapan didapatkan bukti berupa botol bekas minuman kapasitas 390 ml yang berisi cairan jenis premium, plastik bening ukuran satu kilogram berisi sisa cairan bahan bakar jenis premium, abu sisa bendera merah putih, kayu penyulut api yang telah terbakar serta 1 unit telepon genggam merek Samsung”. Ujarnya

Atas perbuatannya, kata Faria, tersangka dijerat dengan pasal Pasal 45 A ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) undang – undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas undang – undang republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan/atau pasal 66 Juncto pasal 24 huruf a undang–undang republik Indonesia nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan.

Menurutnya, Saat diperiksa, tersangka mengaku nekat melakukan pembakaran bendera negara milik orang tuanya karena sakit hati dengan pemimpin negera republik Indonesia.

“Kami akan berkoordinasi dengan psikolog guna memerika kondisi kejiwaan tersangka”. Katanya

 

Penulis / Editor : Wahyu Afriansyah

 

By admin