Kota Metro (27/5/2021) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro menyediakan anggaran sebesar Rp800 Juta untuk memfasilitasi sarana dan prasarana serta pembenahan Rumah Singgah Isolasi (RSI) Covid-19 pada 22 Kelurahan Tangguh Nusantara (KTN) se Bumi Sai Wawai.

Hal tersebut diutarakan Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kota Metro, Rochmat Atim Mulyono saat dikonfirmasi Noktah. Id diruang kerjanya, Kamis (27/5/2021).

Dia mengungkapkan, pembenahan RSI Covid-19 pada KTN tersebut menggunakan anggaran yang semula akn dialokasikan untuk sewa penginapan Wiswa Alvaro sebesar Rp. 800 juta.

“Untuk Wiswa Alvaro kurang-lebih 800 juta rupiah, dan itu dialihkan karena tidak jadi sewa. Masing-masing KTN anggarannya tidak sama, tergantung kebutuhan dan kondisi ruang isolasi itu. Untuk anggaran yang terpakai saat ini belum tau, karena proses itu sedang berjalan. Yang sudah kelihatan baru rehab kamar mandi di Kelurahan Purwoasri,” kata Rochmat.

Menurutnya, sesuai Peraturan Walikota terbaru, peran BPBD turut membantu penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dalam pengendalian Covid-19 di Bumi Sai Wawai. Selain sosialisasi protokol kesehatan ke masyarakat, pihaknya juga mendorong kelayakan ruang isolasi yang ada pada masing-masing KTN.

“Disetiap kelurahan kan sudah mengusulkan ruang isolasi. Nah, nanti akan kita cek sarana dan prasarananya. Apakah sudah layak atau belum untuk dijadikan ruang isolasi bagi pasien terpapar Covid-19,” lanjutnya.

Rochmat juga menyampaikan, ruang isolasi yang diajukan oleh kelurahan dalam kesiapan Sarpras masih belum terpenuhi. Sehingga perlu adanya pembenahan dan rehabilitasi pada ruangan tersebut.

“Nanti usulan dari kelurahan akan kami cek satu persatu, seperti apa kelayakan ruang isolasi di KTN tersebut. Nanti setelah itu kami melaporkan ke pimpinan sehingga dapat di alokasikan dana sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Ia juga mengaku, telah terdapat sejumlah KTN yang mengajukan proses rehab. Namun hingga kini pihaknya belum merealisasikan lantaran keberadaan KTN dinilai belum memenuhi syarat.

“Sejauh ini sudah ada beberapa KTN yang telah mengajukan untuk proses rehab, namun ada beberapa kriteria yang terima dan tidak diterima. Seperti di Kelurahan Ganjar Asri, setelah kita cek tempatnya ternyata ruangan itu masih sewa, bukan milik pemerintah, itu yang tidak kami setujui. Kalau yang di ajukan milik pemerintah kan selesai dari sini kembali lagi ke masyarakat umum dan masuk ke aset daerah,” bebernya.

“Kemudian untuk Kelurahan Yosodadi, kami sedang mengupayakan. Nah, yang sudah pasti di rehab itu kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara. Saat ini sedang dalam proses pembuatan dua kamar mandi, dan saat ini masih berjalan,” pungkasnya.

Penulis : Hermansyah

By admin