SUKADANA (29/6/2021) – Anggaran untuk peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-75 dan Hari Ulang Tahun Lampung Timur (HUT Lamtim) tahun 2020 menghabiskan ratusan juta rupiah. Meskipun pada saat itu tengah pandemi serta pemerintah membuat kebijakan untuk memberlakukan pembatasan kegiatan.

Dari Laporan Pertangggung Jawaban Bupati (LKPJ) tahun 2020, diketahui pemerintah daerah melalui bagian Tata Pemerintahan (Tapem) sekretariat daerah Lampung Timur anggaran yang terealisasi sebesar Rp. 228.687.858 dari total Rp. 344.602.824 untuk dua kegiatan tersebut.

Idham Yusuf, kapala bagian Tata Pemerintahan sekretariat Lampung Timur saat dikonfirmasi mengenai hal itu oleh NGO Generasi Masyarakat Cerdas (GMC) beberapa waktu lalu mengatakan jika saat peringatan HUT RI, pemerintah daerah tetap melakukan upacara maupun kegiatan lainnya.

“HUT RI tetap upacara, namun tetap mengedepankan protokol kesehatan,” ujarnya

Menurut Idham, untuk dua kegiatan di progam wawasan kebangsaan tahun anggaran 2020 tersebut dinilai layak dengan jumlah sebesar itu.

“Anggaran saat HUT RI, selain untuk untuk honor, juga buat konsumsi. Belum lagi sewa sound system dan lain sebagainya. Sedang untuk HUT Lampung Timur, saat itu kepala bagian tata pemerintahan masih dijabat yang lain. Namun, sepengetahuan kami, dialokasikan untuk santunan veteran berikut santunan anak yatim,” ujarnya

Selasa, 29 Juni 2021, ketua NGO GMC (Generasi Masyarakat Cerdas), Firdaus,  saat dimintai stetmen mengatakan angka yang disajikan di LKPJ cukup besar hanya untuk HUT RI dan HUT Lamtim.

“Apa betul habis segitu banyak hanya untuk upacara,” ujarnya

Dengan anggaran HUT RI dan HUT Lampung Timur yang begitu besar, kata Firdaus, bisa kita lihat untuk jamuan konsumsi itu biasanya di adakan di paripurna bersama DPRD .

Istilah yang di gunakan adalah puncak perayaan HUT RI dan HUT Lamtim. Jika perayaan yang di adakan Pemkab Lampung Timur itu tidak lebih dari upacara, renungan suci dan kunjungan ke Lapas Sukadana.

Mengingat keadaan masa pandemi pada tahun kemarin, seharusnya pemerintah melakukan penghematan anggaran.

“Dengan biaya sebesar itu, penghematan anggaran terkesan tidak terpengaruh,” katanya

Padahal saat itu, bersama kita ketahui pemerintah menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat dengan istilah lockdown.

Masyarakat semua merasakan kesulitan secara ekonomi, sedangkan pemerintah Lampung Timur malah menghamburkan anggaran ratusan juta hanya untuk perayaan HUT RI dan HUT Lamtim yang isi kegiatannya upacara dan renungan suci.

“Jadi upacara HUT RI yg seharusnya di laksanakan dengan khidmat dan sebagai proses perenungan serta tanda menghormati jasa pahlawan ternyata diduga menghabiskan anggaran yg lumayan besar untuk honor, sound system dan konsumsi belaka,” kata Firdaus

 

Sumber : Rilis GMC

By admin