Bandar Lampung (22/4/2021) – Aliansi Masyarakat Lampung Bersih (AMLB) kambali melakukan aksi nya didepan Kejaksaan Negeri Tanjungkarang. Kamis, 22 April 2021

Koordinator AMLB, Rosdianto mengatakan jika aksi kamisan itu akan terus dilakukan sampai Chusnunia Chalim yang saat ini menjabat sebagai wakil gubernur Lampung di jadikan tersangka oleh KPK.

“Aksi ini merupakan dukungan dari AMLB untuk Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus eks bupati Lampung Tengah Mustafa”. Ujarnya

Baca Juga :

Nunik 3 Kali Rayu Mantan Ketua PKB Lamteng Akui Terima Duit Rp. 150 Juta

Sopir Midi Iswanto Mengaku Antarkan Duit 1 Miliar Rupiah Untuk “Kanjeng Ratu”

Menurut Rosdianto, AMLB mengapresiakan pemanggilan Slamet Anwar oleh lembaga anti rusuah itu sebagai saksi. Meski demikian, AMLB juga meminta kembali supaya KPK menghadirkan beberapa saksi lainnya.

“Sejauh ini, Vice President Sugar Group Company (SGC) Purwanti Lee belum dihadirkan sebagai saksi, lalu Cak Imin pun juga belum di panggil menjadi saksi. Sidang hari ini tadi disebut juga oleh Saifuddin, drivernya Midi Iswanto nama Ahmad Basuki alias Abas, anggota DPRD Lampung Timur. AMLB berharap, untuk sidang selanjutnya, ketiganya dihadirkan sebagai saksi terkait mahar politik Mustafa”. Ujarnya

Diketahui, pada sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang hari ini, KPK mengadirkan Saifuddin, sopir dari Midi Iswanto dan Slamet Anwar, Mantan ketua PKB Lampung Tengah.

Saat sidang, Saifuddin mengakui jika dialah yang mengantarkan uang sebesar Rp. 1 Miliar kepada seseorang dengan code “Kanjeng Ratu”, sesuai arahan dari Midi Iswanto.

Sedang Slamet Anwar, saat menjadi saksi mengatakan jika Chusnunia Chalim memintanya mengakui telah menerima uang Rp. 150 juta untuk pembangunan kantor DPC PKB di Lampung Tengah.

 

Penulis : Paisal

Editor : Wahyu Afriansyah

By admin